BLOG

imageDaisan Lavon: Tips Membuat Taman Ala Jepang yang Cantik

Daisan Lavon: Tips Membuat Taman Ala Jepang yang Cantik

Daisan.swancity.id , TangerangSebuah rumah yang memiliki karakteristik dan unsur khas Jepang akan terasa lebih menarik jika disertai dengan penataan taman yang serupa. Daisan Lavon di Swan City merupakan salah satu rumah bergaya Jepang yang memiliki konsep double decker.

Konsep double decker adalah konsep yang memaksimalkan penggunaan ruang pada rumah yang memiliki lahan minimalis. Konsep double decker atau dikenal juga dengan nama two level infrastructure merupakan pengembangan dari konsep arsitektur hunian minimalis dimana memisahkan struktur dan fungsi lantai. Dengan pemisahan tinggi struktur ini akan memberikan ruangan lebih luas bagi area terbuka hijau di depan unit rumah Daisan Lavon.

Keberadaan area terbuka ini akan sangat tepat jika didesain sedemikian rupa sehingga beriringan dengan konsep rumah yang menggunakan elemen khas rumah Jepang di Daisan Lavon. Lalu bagaimana menciptakan taman dengan cita rasa Jepang? Selain penggunaan tanaman-tanaman khas dan unik, elemen lain juga harus ada pada taman bergaya Jepang.

Daisan Lavon merupakan proyek residensial dari pengembang asal Jepang Mitsubishi Estate Residence. Berlokasi di kawasan strategis Tangerang, Perumahan Daisan yang merupakan pengembangan Lavon 3, memiliki 3 danau dengan total luas 4.950 m2. Pada cluster Fuji terdapat danau seluas 3.080 m2. Cluster Osaka memiliki danau seluase 695 m2. Cluster Hokkaido memiliki danau seluas 1.175 m2.

Dalam artikel ini, Daisan Lavon akan membagikan tips menciptakan taman dengan cita rasa khas Jepang di rumah Daisan Lavon Swan City. Simak selengkapnya di sini.

Unsur Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu unsur yang sangat penting di taman yang akan menonjolkan cita rasa khas Asia Pasific khususnya Jepang. Pencahayaan sangat penting ketika mengatur suasana di mana saja, tetapi terutama di taman bergaya Zen. Anda mungkin harus berbelanja online untuk menemukan apa yang Anda butuhkan, tetapi hari ini sudah banyak yang menyediakan aneka peralatan khusus untuk membuat taman Zen Jepang. Banyak dari lampu ini menggunakan lampu minyak untuk menghemat listrik.

Lampu minyak atau lampu bertenaga surya, bagus untuk area di sekitar area tempat duduk dan jalur pejalan kaki Anda. Menggantungkan lentera pada tiang atau cabang pohon akan menjadi elemen yang bagus. Untuk pencahayaan di meja yang lebih intim, tidak ada yang lebih menenangkan dari lilin. Cobalah lentera lilin di meja atau pengaturan lilin yang terinspirasi dari Zen Garden untuk suasana dan ketenangan yang maksimum.

Penggunaan Pasir

Penggunaan pasir juga memiliki fungsi yang sangat penting dalam filosofi Zen Jepang. Dalam karesansui otentik, atau taman Zen, pasir memainkan peran penting. Agar tradisi ini tetap hidup di taman yang terinspirasi Zen Garden, sisihkan area taman untuk menaruh pasir. Ini bisa sebesar atau sekecil yang Anda suka. Bahkan Anda dapat membeli atau membangun taman pasir kecil di atas meja sebagai pusat perhatian yang menarik dan menenangkan.

Pasir dapat dijadikan konsep utama dalam taman bergaya khas Jepang. Taman pasir dapat berisi bebatuan sungai, kerikil dan bahkan rumput, tetapi pasir biasanya tidak memiliki tanaman. Untuk alasan ini, Zen Garden dikenal sebagai taman kering. Setelah Anda memiliki kotak penuh pasir Anda akan membutuhkan waktu lebih untuk menyapu, sebuah hal yang harus diperhatikan dari taman pasir. Garu-garu adalah hiasan sederhana dan terbuat dari kayu, setiap cabang dibuat dari paku kayu kecil yang berjarak beberapa senti.

Ada beberapa makna nyata di balik cara Anda menempatkan batu, tetapi jika kita hanya ingin menambah pengaruh Jepang, mengatur pasir dan kerikil akan menyenangkan secara estetika. Setelah Anda memiliki batu dan pasir di tempatnya, dengan sapu di tangan, tarik dengan lembut sebuah garis lurus, gelombang dan lingkaran pada permukaan pasir Anda dan akan terasa hasilnya. Gunakan waktu ini untuk refleksi yang tenang.

Penggunaan Batu Batuan Alami

Batuan adalah elemen penting untuk taman yang terinspirasi oleh konsep Zen Garden Jepang. Batuan dan kerikil sungai adalah jenis batu yang paling umum digunakan. Batuan sungai kecil dapat diletakan di bawah kaki sebagai jalur pedestrian. Batuan yang lebih besar dapat diatur dan ditumpuk di mana saja di kebun Anda. Seperti semua aspek taman Zen Jepang, prinsip minimalis juga penting. Jadi jangan berlebihan dengan pengaturan batu, susunannya harus jarang dan menarik. Tempat tidur yang ditinggikan dengan beberapa batu dan tanaman yang ditempatkan dengan baik dapat menjadi focal point taman yang luar biasa.

Jika digabungkan dengan taman pasir di atas yang Anda miliki, kerikil bisa diibaratkan untuk mewakili lautan, dan bebatuan sungai melambangkan pulau-pulau Jepang. Mereka juga bisa mewakili induk harimau dan anaknya. Saat menempatkan batu, cobalah untuk tetap dengan tradisi Zen Jepang dan menghadapinya langsung ke utara dan selatan. Dengan menempatkan pasir dan kerikil dengan filosofi tertentu, taman Anda akan terasa lebih hidup.

Elemen Air

Jika Anda berpikir bahwa taman Zen adalah yang terbaik untuk relaksasi, jika tidak memiliki fitur air, tentunya belum dikatakan selesai. Anda memiliki beberapa opsi untuk meletakan water feature di sini, mulai dari air mancur portable yang dapat Anda beli di toko atau online, hingga air terjun berukuran penuh atau kolam koi. Memasukkan air terjun ke dalam kolam adalah cara tradisional lain untuk mendapatkan kesan yang terbaik dari taman Zen.

Ada banyak jenis kolam DIY yang tersedia online dan di toko taman di Indonesia. Akan membutuhkan banyak penggalian, pemasangan lapisan karet dan pompa untuk membuat semuanya berfungsi. Tepi lapisan karet kemudian dapat ditutup dengan tanaman dan batu. Membangun atau membeli fitur air adalah investasi yang layak jika Anda mencari ketenangan maksimal.

Penggunaan Lumut Batu atau Mos

Lumut adalah tanaman umum yang ditemukan di taman bergaya Zen Jepang. Tanaman ini dapat dimasukkan dalam wadah kecil untuk sisi taman atau pada meja kopi, atau digunakan dalam jumlah yang lebih besar untuk efek hijau yang mencolok. Untuk penanam yang sehat dan terlihat hijau tua, gunakan lumut pakis, lumut batu, atau lumut bantal. Anda juga dapat menggabungkan elemen-elemen lain dari taman bergaya Zen bersama lumut. Gunakan pasir dan batu sungai dengan lumut di atasnya.

Coba tambahkan satu atau dua pakis ke lapisan lumut dan kerikil yang terangkat. Biarkan pengaturan lumut yang jarang dan minimal untuk mencapai tampilan yang Anda inginkan dalam taman Zen Jepang Anda. Lumut juga baik digunakan sebagai penghalang untuk jalan atau pada fitur air. Lumut memerlukan pemeliharaan rendah setelah tumuh dan terbentuk, dan semua yang dibutuhkan bagi lumut untuk mengakar adalah area yang dibersihkan dari batu dan puing-puing. Setelah tumbuh kuat, lumut akan benar-benar tumbuh dengan baik di atas batu. Naungan dan kelembapan membuat lingkungan ideal bagi lumut untuk tumbuh subur. (ADR).

imgWAchatYuk wa